Rabu, 13 April 2016

Roket Raket Devlog #3

Halo halo, roket raket mau update dev log lagi nih

ok, saat ini roket raket sedang dalam tahap produksi realisasi menjadi sebuah bentuk boardgame yang siap dijual, berhubung Roket Raket sudah dipastikan hadir pada IN.GAME Expo Jogja 2016 roket raket akan menyiapkan 20 box khusus produksi awal bagi 20 pembeli pertama di Expo IN.GAME

YA! kamu nantinya akan bisa membeli 1 box roket raket untuk kamu bawa pulang dan mainkan dirumah bersama keluarga atau teman. Lalu dimana harus mencari roket raket jika mau beli?
Tenang, seperti yang sudah ditulis diatas, kami akan hadir di IN.GAME Expo 2016, dan penempatan lokasi masing masing game dengan boothnya juga sudah ditentukan, berikut drawing lokasi beserta game yang akan hadir di IN.GAME Expo 2016

Seperti yang bisa dilihat, Roket Raket berada di meja no. 3, dari pintu masuk langsung belok kanan saja, dan berada 3 meja dari meja yang paling dekat dengan pintu masuk.

Selain disini, kamu juga bisa ikuti perkembangan Roket Raket lebih banyak di fan page Facebook ROKET RAKET loo, jangan sampai ketinggalan info ya

Selasa, 12 April 2016

Kesalahan Game Developer Pemula

Istilah indie dan startup memang masih terdengar fresh dan keren bagi mahasiswa sehingga banyak mahasiswa fresh graduate yang mulai membangun startup bersama dengan teman temannya dengan bermodal keyakinan dan pengetahuan saat perkuliahan. Tidak kalah pula mulai banyak bermunculan berbagai program inkubasi, pelatihan startup, serta kompetisi yang dapat memacu semangat mereka agar mereka mampu untuk terus berkarya.

Salah satu bidang teknologi yang terkena dampak dari fenomena ini adalah dunia industri game. Industri game menjadi salah satu bidang yang paling diminati dikarenakan generasi penerus sudah mulai lebih melek teknologi dibandingkan generasi sebelumnya, bahkan sudah memiliki gadget sendiri sejak usia sekolah dasar bahkan sudah ada yang dapat melakukan pemrograman sejak usia dini. Dengan gadget tersebut mereka lebih sering gunakan untuk bermain sehingga wajar jika mereka bercita cita untuk dapat membuat game buatan mereka sendiri. Melihat forum forum dan group yang membahas tentang dunia pengembangan industri game, terdapat beberapa kesalahan yang mirip dan terus berulang oleh pemula pemula lainnya ketika mereka tidak tahu harus memulai darimana, apa sajakah kesalahan tersebut?


1. Blank, Banyak bertanya, nol eksekusi
Banyak bertanya bukanlah kesalahan... banyak bertanya tanpa eksekusi adalah kesalahan besar. Sebagian besar pemula juga menanyakan sesuatu yang biasanya sudah jelas dapat ditemukan jawabannya walau tanpa bertanya pada ahlinya. Salah satu pertanyaan legendaris para pemula adalah:

"Gan kalau download **** (menyebut nama engine), dimana ya?"
Pertanyaan 1 ini selalu membuat para developer yang sudah lebih dahulu terjun di dunia ini melakukan facepalm, sebuah pertanyaan yang sebenarnya di googling jawabannya pasti ada di paling atas. Orang orang seperti ini akan banyak menghantui forum atau group atau komunitas dengan melakukan spam pertanyaan yang kurang bermutu. Pertanyaan yang sudah sering ditanyakan, bahkan pada FAQ, source code, dan tutorial sebenarnya sudah banyak memberikan jawaban, tetapi sepertinya orang orang seperti ini memang malas mencari dan susah dididik sehingga akan sangat mengganggu forum atau group.

Karena pada dasarnya pertanyaannya sangat annoying, pastinya  pertanyaan tersebut tidak akan dijawab siapapun, dari sini mereka akan mengeluarkan jurus "maaf saya newbie", "tolong banget gan", dan sebagainya yang lebih annoying lagi. Tolonglah! kalau mau banget pertanyaanmu dijawab jangan tanyakan "gan ini kenapa ya kok eror?" atau "aku mau bikin kayak gini caranya gimana", ayolah, cari tau dulu apa masalahmu, GOOGLING, dan lebih penting Tanya yang spesifik !!

Saran dariku, pertanyaan yang bagus adalah dengan menyertakan bagian dari projectmu, misalkan:
"Gan mau implementasi sistem A nih, tapi masih eror, padahal sudah ada ini itu, ada saran lebih baik gimana?"
Pertanyaan seperti ini sudah cukup untuk memikat para ahli untuk mau menjawab pertanyaanmu, akan lebih bagus lagi jika kamu sertakan source code sehingga para ahli akan lebih tahu dimana harus mencari kesalahan yang kamu perbuat.

2. Terlalu Banyak Mimpi
Membuat game pastinya berawal dari hobi memainkannya, apalagi kalau sudah sering bermain di rental PS atau warnet. Setelah itu mulai bermimpi ingin membuat game bagus sebagus yang pernah dimainkannya mungkin DOTA atau Counter Strike dengan tambahan fitur ini itu ditambah dengan sistem itu dan lain sebagainya yang kemudian melakukan pengumuman dan rekrutmen besar besaran. Hindari hal seperti ini, seperti yang telah aku tuliskan di Bagaimana membuat game pertama dengan baik dan benar
"Aku sama teman mau bikin game online MMO 3D yang punya fitur bla bla bla, dan juga bisa bla bla bla. Karena kami baru berdua agan agan yang berminat gabung bisa PM"
Kemudian ada yang bertanya:
"Kamu jadi apanya?" || "Kita yang desain gamenya"
"Sudah pernah bikin game serupa" || "Belum, ini game pertama kita"
"Masih SMP / SMA ya?" || "Iya"
"Ada GDD nya?" || "GDD itu apa ya?"
"Pembayarannya gimana" || "Gampang, bisa diatur, nanti kita bagi hasil waktu gamenya sukses"

Terdengar menggelikan bukan?
Ayolah, kalau memang belum pernah membuat game sebelumnya belajarlah dulu buat game kecil kecilan dengan mekanik yang sederhana seperti yang aku tuliskan di artikel Bagaimana membuat game pertama dengan baik dan benar , ada banyak tips bagaimana membuat game pertamamu supaya sukses dan diterima pasar meskipun minim fitur dan gambar seadanya.

3. Sombong
Sepertinya adalah sesuatu yang umum terjadi ketika kamu berhasil menyelesaikan sebuah game menggunakan engine drag & drop tanpa pemrograman seperti Construct atau RPG Maker. Baru selesai 1 game sudah merasa jago, dewa, bisa membuat game bagus. Padahal itu hanyalah ilusi. Memang hasil keluaran yang diberikan sama persis atau sejajar, tapi ketahuilah bahwa ilmu yang kamu dapatkan selama membuat 1 game itu kalah oleh seseorang yang banyak membuat game meskipun hasilnya tidak sebagus yang kamu buat. Maka dari itu jangan sombong dulu karena jalanmu untuk membuat game sekelas AAA seperti Final Fantasy, Dark Souls, Metal Gear Solid, dan lainnya masih sangat panjang.

4. Cara promosi yang buruk
Game developer pemula ketika gamenya selesai tentunya ingin gamenya dimainkan oleh banyak orang kan, maka dari itu mereka mulai mempromosikan gamenya ke forum atau teman sendiri menggunakan gambar gambar yang bagus agar orang tertarik memainkan gamenya, sering kali gambar yang ditampilkan hanya bagian bagusnya saja tetapi setelah dimainkan orang hasilnya berbeda dengan ekspektasi sehingga user akan kecewa dan tidak mau mengikuti perkembangan game kamu lagi. Saranku lebih baik gunakan screenshot gambar yang memang ada di gamemu, apalagi ketika alpha atau beta testing ke orang orang  agar orang yang memainkan tahu bahwa masih banyak kekurangan dalam gamemu dan mau untuk memberikan feedback agar gamemu bisa jadi lebih baik lagi.

5. Mata Duitan
Keinginan membuat game karena suka bermain game sehingga memiliki ide ide cemerlang untuk membuat game adalah hal yang bagus. Akan tetapi lama kelamaan motif tersebut dapat bergeser untuk mencari keuntungan. Ingatlah bahwa kamu masih pemula, lebih baik banyak dulu belajar untuk dapat membuat game yang bagus meskipun simple daripada mulai bertanya bagaimana cara dapat duit dari game, cara pasang iklan, cara pasa In-App Purchase dan sebagainya. Hal ini sebenarnya tidak salah, tetapi juga tidak benar. Jika kamu belum bisa membuat game yang fun, yang menyenangkan dan asik untuk dimainkan, bagaimana game buatanmu akan dimainkan oleh orang orang dan bagaimana sumber pendapatan dari game mu akan berjalan?

6. Mendewakan sebuah Tool
Developer pemula awalnya akan berpikir untuk fokus pada 1 hal tapi tak mau mencoba yang lain, untuk kasus ini lebih tepatnya pada penggunaan tool ya, jadi developer pemula akan fokus untuk menggunakan 1 tool daripada harus belajar banyak tool. Beberapa tahun lalu di salah satu program televisi Net pernah ditayangkan Sarah Sechan mewawancarai anak 10 tahun yang membuat game menggunakan RPG Maker. Bila belum pernah melihat silahkan tonton berikut
Ketika beritanya booming, banyak group gamedev membicarakan hal ini. Beberapa komentar yang muncul adalah
"Masuk TV Bro :v, padahal RPG Maker kan gampang :v"
berbagai komentar yang muncul kurang lebih sama, mungkin diperhalus dengan tambahan joke, atau emotikon, bahkan ada komentar yang cukup offensive seperti "mungkin ada koneksi dengan TV", "halaa cuma pakai asset bawaan" dan sebagainya seakan akan para developer yang menggunakan engine yang lebih sulit berkata
"Itu Cuma RPG Maker! aku pakai Unity, Unreal, Blender, sini wawancarai aku!"
Iri memang boleh jika dapat membangun motivasi dan semangat agar bisa menunjukkan yang terbaik, membuat game menggunakan engine yang lebih susah juga tidak salah, akan tetapi gamer tidak serta merta memainkan game buatanmu hanya karena kamu menggunakan engine yang lebih susah, tetapi mereka melihat seberapa FUN atau ENTERTAIN game buatanmu bagi mereka. YA!! gamer melihat sebuah game bukan dari engine yang dipakai, melainkan fun yang didapatkan dari cerita, gameplay, art, story, sound, dan lain lain. Analoginya seperti beli gorengan, apa kamu pernah tanya gorengannya dimasak pakai minyak apa? penggorengan apa? spatula apa? tidak kan? kamu mau beli gorengan tersebut atau bahkan berlanganan karena gorengannya memang enak, mungkin tempatnya yang bersih, atau orangnya yang ramah


KESIMPULAN
Apabila kamu termasuk salah satu diatas, maka kamu perlu untuk memperbaiki diri agar bisa berkembang dan tidak membuat marah para ahli di bidang gamedev. Dengan mengikuti artikel ini aku berharap juga kamu bisa punya tujuan yang jelas terhadap game yang akan kamu buat, jangan lah mengejar sesuatu yang tidak perlu. Jangan paksakan belajar Unity kalau kamu ternyata bisa banyak belajar dari Construct2 atau GameMaker. Belajarlah dulu bagaimana supaya bisa membuat game dengan baik dan benar serta orang yang memainkannya bisa merasakan keseruan dari game buatanmu, barulah kamu bisa berpikir bagaiman mencari uang dengan game buatanmu tersebut

Minggu, 03 April 2016

Roket Raket Devlog #2

Setelah kami menyelesaikan art dan pendaftaran untuk expo jogja tanggal 24 April 2016, akhirnya hari ini mas Frida Dwi atau lebih dikenal dengan nama UB (Ultraman Bastard) mengumumkan hasil game apa saja yang akan ikut expo, dan hasil tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini.


Ingat tanggalnya ya, 24 April 2016, berlokasi di auditorium lt. 3 universitas Atma Jaya Yogyakarta. nanti disana selain membawa card game roket raket untuk dimainkan bersama, kami juga akan membawa beberapa box yang siap untuk dibawa pulang, beserta beberapa merchandise menarik yang dapat menghiasi barang barang yang kamu punya, hehe.

Untuk development sekarang, kami sedang survey tentang box yang cocok untuk untuk packaging roket raket, jadi selain asik dimainkan juga cocok untuk dipajang.

oya, selain di blog ini, kami juga akan update informasi mengenai roket raket di facebook fanpage kami yang dapat dikunjungi di:

Posisi Pekerjaan Utama dalam Game Development (Technical Team)

Dunia game development adalah dunia yang cukup kompleks dengan adanya berbagai bidang yang dapat ditekuni mulai dari 0 hingga master. Membuat game seorang diri memang dapat dilakukan dan memang ada beberapa contoh developer indie yang sukses diluar sana, tapi kamu bukan lah mereka. Meskipun pada akhirnya akan sukses kamu pasti akan melalui proses tersebut cukup lama hanya untuk merilis 1 game buatanmu itu dikarenakan kamu harus mengerjakan semuanya sendiri. Maka dari itu kamu akan membutuhkan tim yang dapat membantu merealisasikan game buatanmu, selain itu dengan fokusnya posisi pekerjaan yang kamu ambil, kamu bisa belajar dan menjadi ahli lebih cepat daripada kamu harus belajar semua bidang yang akhirnya akan menyita banyak waktu.

Ok, dalam artikel kali ini akan kutuliskan posisi apa saja yang ada dalam sebuah game development sehingga kamu akan lebih tahu bagaimana kompleksnya dunia game apabila kamu jalani sendirian

1. Game Designer



Adalah posisi yang cukup berat dalam tim teknikal pembuatan game. Seorang game designer atau orang yang mendesain game mempunyai pekerjaan untuk mendesain bagaimana core game yang akan dibuat. Dia yang akan bertanggung jawab bagaimana sebuah game dibuat, bagaimana cara game dimainkan, ada apa saja dalam dunia game yang dia buat, mekanik yang ada dalam game, elemen elemen apa saja yang terdapat dalam game yang akan dibuat, dan segala macam tentang game yang akan dibuat oleh tim. Bukan berarti tim yang lain tidak boleh untuk ikut memikirkan rancangan game yang akan dibuat, tetapi posisi game designer akan membuat orang yang berada di posisi tersebut bertanggung jawab penuh terhadap bagus tidaknya, nyaman tidaknya, asik tidaknya game yang akan dibuat.
Menjadi seorang game designer yang baik, setidaknya ia harus:
  • Kolaboratif dengan tim yang berbeda beda
  • Dapat mengkomunikasikan ide dengan baik pada tim
  • Dapat menerima masukan yang membangun
  • Dapat mempresentasikan ide baik secara verbal maupun tertulis
  • Imajinatif dan kreatif
  • Dapat menggambarkan atau memberikan gambaran ide dengan baik pada tim
  • Paham kemampuan tim dan bagaimana memaksimalkan tim yang ada
  • Mempunyai knowledge yang luas tentang dunia game
  • Mengerti contoh game yang bagus dan tidak
  • Mengerti teknologi game yang ada
Mungkin menurutmu menjadi game designer adalah pekerjaan yang mudah karena tidak perlu berkutat secara langsung dalam pembuatan game seperti coding dan gambar, tetapi seorang game designer harusnya mengerti tentang coding dan gambar agar mampu mengetahui bagaimana ide game itu tadi nantinya akan di eksekusi. Bukan hanya terima jadi saja karena dalam dunia game development tidak ada posisi "Pemberi Ide".

2. Game Artist



Bertugas untuk membuat desain visual dalam game yang sedap dipandang mata. Game artist bisa jadi seorang yang membuat gambar 2D atau model 3D. Menjadi seorang game artist bukan hanya tentang membuat aset gambar yang akan digunakan oleh programmer untuk membuat game, tetapi game artist juga bertugas bagaimana game terlihat menarik sehingga orang mau memainkannya. Meskipun aset yang dibuat hanyalah kotak kotak yang berjalan dan melompat, tapi dengan polesan yang menarik orang akan mau memainkannya. Posisi game artist sendiri sebenarnya masih dapat dipecah lagi menjadi beberapa posisi yang tidak mudah juga.

Secara umum game artist dipecah menjadi
Lead Artist
Dikenal juga sebagai art director atau creative manager, bertanggung jawab penuh terhadap keseluruhan tampilan visual dalam game. Bekerja bersama Game Designer dan Lead programmer lalu memberikan arahan kepada tim yang menangani langsung pembuatan asset gambar untuk game. Dapat dikatakan lead artist adalah manager yang mengatur schedule dan kualitas dari tim pembuatan aset game

Technical Artist
Bertugas menjembatani tim Artist ke tim programmer, maksudnya adalah, technical artist bertanggung jawab untuk membuat art yang telah dibuat oleh tim artist dapat terintegrasi dengan baik oleh programmer tanpa mengorbankan segi artistik sehingga programmer tidak perlu lagi mengutak atik art atau gambar yang telah dibuat dengan susah payah.

kemudian 2D Artist, dipecah lagi menjadi
Character Designer
Bertugas membuat gambar khusus karakter yang akan digunakan dalam game baik karakter utama, musuh, hingga NPC (Non Player Character).

Background Designer
Membuat desain gambar background yang menarik tetapi tidak mengganggu pandangan pemain terhadap hal hal yang interaktif yang terdapat dalam game

GUI Designer
Membuat tampilan GUI atau User Interface seperti health bar, play button, dan gambar gambar interaktif yang memberikan suatu informasi kepada pemain.

Animator
Membuat karakter yang dibuat dapat bergerak, baik secara frame by frame atau spine.

lalu untuk 3D Artist, dipecah lagi menjadi
3D Modeller
Membuat model 3D dasar yang akan dipakai dalam game

3D Texture Artist
Memberikan tekstur pada model 3D yang telah dibuat melalui proses yang dinamakan UV Mapping

3D Animator
Memberikan rigging / tulang pada model 3D yang dibuat dan menggerakkannya hingga menjadi sebuah animasi.

Posisi untuk game artist memang sangat banyak tetapi untuk project indie atau dengan tim yang terbatas tidak semua posisi game artist diperlukan. Bahkan terkadang 1 orang artist dapat mengerjakan lebih dari 1 posisi yang telah dipaparkan diatas.

3. Game Programmer



Kalau game designer adalah otak dari sebuah game, maka game programmer dapat disebut sebagai jantung dari proses pembuatan game. Kenapa? game programmer bertugas untuk menyusun kode, mengubah bahasa manusia menjadi bahasa mesin sehingga dapat dipahami komputer, menyusun aturan aturan yang telah didesain sehingga dapat diterapkan dalam komputer. Intinya game programmer bertugas untuk mendesain dan menuliskan code yang menggerakkan dan mengontrol game. Sebuah tugas yang memerlukan banyak pemikiran karena terkadang susah memasukkan logika manusia yang banyak pertimbangan menjadi logika komputer yang biner (ya dan tidak). Game programming sendiri terdapat beberapa pekerjaan spesialis, seperti AI programming, physics programming, interface, sistem kontrol, game engine programming. Jadi, tim pembuatan game tanpa programmer seperti insinyur tanpa mandor, maksudnya ide dan konsep sudah dipikirkan baik baik dengan matang dan bagus, tetapi itu semua sia sia tanpa adanya orang yang mengerjakan ide tersebut. Jadi tidaknya sebuah game juga bergantung pada programmer, karena programmer juga yang menyatukan semua elemen elemen dalam pembuatan game seperti game design, art, dan sound ke dalam 1 kesatuan game yang utuh.

Menjadi game programmer yang baik haruslah:

  • Mampu menuliskan bahasa kode program seperti C, C++, Java, atau bahasa pemrograman yang dibutuhkan
  • Mampu berpikir sistematis dan terorganisir
  • Punya pemahaman bagus tentang game
  • Kreatif
  • Jago problem solving
  • Logika tinggi


4. Sound Engineer



Pekerjaan utamanya adalah membuat semua musik yang dibutuhkan dalam game, termasuk soundtrack, musik, sound effect (seperti suara langkah kaki, tembakan, ledakan), suara karakter, instruksi dengan suara, dan efek ambient (contohnya keramaian orang, hujan, berisiknya kendaraan). Sound engineer juga memiliki peran penting agar pemain dapat immersive terhadap game atau merasa bahwa dirinya memang berada di dalam game.
Menjadi sound engineer yang baik haruslah:

  • Mampu komposing dan perform musik
  • Punya kemampuan membuat musik untuk game dan tahu teknologinya
  • Punya "sense of timing"
  • Punya "sense of fun", imajinatif, dan kreatif
  • Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik agar mengerti apa yang diinginkan oleh game designer dan mampu mewujudkannya
  • Memperhatikan detail sampai yang terkecil
  • Mampu bekerja dengan deadline
  • Punya feel atmosfir terhadap game (yang akan dibuat)

Setelah membaca beberapa posisi diatas, jika kamu perhatikan semua posisi tersebut memiliki nilai andil yang cukup besar dan berat. Semua nya saling mengisi, saling menutupi kekurangan satu sama lain. Memang untuk developer indie, bahkan di luar sana, memaksimalkan 4 posisi diatas dengan tim yang terbatas juga sangat susah, akhirnya mereka menonjolkan apa yang menjadi kelebihan mereka untuk menutupi hal yang mereka tak mampu untuk dibuat sebagus mungkin. Jika kamu baru mulai dan bingung posisi apa yang bagus untukmu, coba saja dulu semua posisi, di posisi manakah kamu merasa cocok dan senang serta mampu berkembang dengan cepat maka jadikanlah itu posisi utamamu lalu carilah tim yang mampu menutupi kekurangan yang ada. Dengan begitu kemampuanmu untuk membuat game akan berkembang jauh lebih cepat daripada kamu harus mengerjakan semuanya sendiri.

referensi:
Creative Skill Set

Semoga ilmu ini bermanfaat