Terdapat cara yang mudah dan unik untuk belajar sejarah perkembangan game dari awal hingga kini, terutama untuk kamu yang sudah tidak asing lagi dengan tabel periodik kimia. Gambar dibawah menunjukkan perkembangan controller dari awal. Dijelaskan juga pada tabel tersebut tahun rilisnya, bentuknya bagaimana serta siapa yang publish.
Silahkan klik gambar diatas untuk mendapat resolusi yang lebih besar.
Popularitas Flappy Bird memang sudah lama tenggelam dan game-nya pun sudah lama ditarik dari peredaran oleh sang developernya, namun saya harap itu tidak membuat kita tidak mau belajar darinya dan kita tidak bisa mengambil manfaat darinya. Walau bagaimana pun Flappy Bird adalah sebuah game yang sempat fenomenal dan layak untuk kita mengambil pelajaran darinya.
Saya rasa hampir seluruh penduduk bumi saat ini tahu apa itu Flappy Bird. Sebuah game dengan burung gendut yang punya mata besar, bibir lebar dan setengah mati berusaha terbang menghindari pipa untuk bertahan hidup. Game yang membuat orang yang memainkannya kesal. Bahkan mungkin ada orang yang saking kesalnya sampe-sampe melempar atau merusak smartphonenya. Ya, begitu menggemaskannya dan menyebalkannya game itu.
Flappy Bird dibuat oleh Dong Nguyen, seorang developer game berasal dari Vietnam. Flappy Bird dibuat hanya oleh Dong Nguyen sendiri. Saya ulangi, Flappy Bird dibuat hanya oleh Dong Nguyen sendiri. Ya, sendiri. Game ini bahkan hanya dibuat olehnya hanya dalam waktu tidak lebih dari 3 hari saja dan itu pun sambil dia bekerja.
Apakah Dong Nguyen sangat hebat sehingga bisa membuat game Flappy Bird hanya dalam waktu 3 hari saja? Tidak juga, saya rasa banyak orang yang bisa membuatnya dengan lebih cepat. Ada seseorang yang mampu membuat game semisal Flappy Bird yang diberi nama Flappy Nyan hanya dalam waktu 2 hari saja, dan itu pun dengan sangat santai. Bahkan mereka membuat tutorial cara membuatnya.
Game Flappy Bird memang sangat sederhana, dengan teknologi yang sederhana pula, tapi kita semua tahu bahwa efeknya tidak sederhana. Lihatlah betapa cepatnya game ini mewabah keseluruh dunia, jauh lebih cepat dari pada Virus Ebola. Dan ini tentunya membuat banyak developer game di seluruh dunia frustasi. Bagaimana tidak, banyak developer game yang merancang game dengan sedemikian canggihnya, bahkan penggarapannya butuh waktu bertahun-tahun dan dikembangkan oleh puluhan orang-orang hebat, namun tidak bisa lebih fenomenal dari Flappy Bird, game sederhana dengan tampilan cupu yang hanya didevelop oleh seorang developer dan dalam waktu 3 hari saja.
Yang saya lihat sebagai seorang programmer dari fenomena Flappy Bird ini adalah bahwa teknologi dan tampilan suatu produk itu terkadang bukan hal yang utama, yang sederhana sekali pun jika itu sesuai dengan kebutuhan dan tepat guna bagi pengguna maka itu akan sukses. Flappy Bird tahu bagaimana cara agar sebuah game menjadi dibutuhkan, menarik dan memiliki sifat adiktif yang membuat orang mau memainkannya berkali-kali bahkan walaupun mereka dibuatnya kesal oleh game tersebut. Flappy Bird sukses bukan karena dibangun dengan teknologi canggih, dengan algoritma-algoritma rumit, game itu bahkan hanya dibuat sederhana dan hanya butuh waktu 3 hari untuk menyelesaikannya. Bukan juga karena tampilannya bagus. Lihatlah aktor utama di Flappy Bird bahkan tidak jelas apakah itu seperti burung ataukah ikan. Mungkin jika bukan karena judulnya adalah Flappy Bird yang mengandung istilah bird yang artinya burung, saya mungkin akan menganggap itu sebagai ikan. Terlebih lagi kalau memainkan game Flappy Bird rasanya saya kembali lagi kezaman Nintendo dan Mario Bross.
Flappy bird memang merupakan sebuah game, tapi apa yang kita bisa pelajari dari situ tidak hanya sebatas untuk game development. Kita bisa belajar darinya untuk semua produk kita. Bahwa point penting dari sebuah produk yang kita bangun bukanlah dilihat dari betapa canggih aplikasi itu dibuat, dengan framework yang super keren, atau teknologi yang wow. Bukan itu! Bukan juga dari tampilan yang memukau, penuh dengan animasi yang WAH. Point utama ketika kita membangun sebuah produk adalah tahu kebutuhan pengguna dan apa yang menarik buat mereka. Teknologi yang canggih tentu nilai tambah, tampilan yang bagus tentu suatu hal yang bagus, tapi memenuhi kebutuhan pengguna itu yang lebih utama.
Saya ingat pesan Leontinus Alpha Edison, Co-founder Tokopedia, bahwa ketika kita membangun sebuah produk kita harus benar-benar menurunkan ego kita, karena walau bagaimana pun teknologi tetaplah nomor dua setelah produk itu sendiri. Karena kita seorang programmer atau developer, sering kali kita ingin aplikasi yang kita buat sangat canggih, dengan teknologi terbaru, framework yang sedang trend dengan tampilan yang wow, penuh animasi. Kita sering memaksakan untuk melihat semuanya dari sisi tekhnis. Kita ingin terlihat keren karena menerapkan teknologi yang canggih, yang akhirnya waktu development menjadi molor, padahal mungkin itu bukanlah point utama dari aplikasi kita, mungkin itu hanyalah kosmetikal belaka yang kalaupun tanpanya dunia masih tetap damai dan aplikasi masih berjalan lancar dan tepat guna. Ego kita kadang membuat kita sering salah memasang prioritas. Jika untuk belajar sih nggak masalah, tapi jika kita sudah terjun ke produksi dan ingin produk kita digunakan oleh orang lain, maka yang harus kita tekankan adalah nilai manfaat dan memenuhi kebutuhan pengguna. Dengan teknologi yang sederhana sekalipun jika bermanfaat dan tepat guna, itu tidak masalah. Dari pada kita membangun aplikasi yang super keren dan canggih tapi malah nggak ada yang menggunakan dan tidak menyelesaikan masalah. Sekali lagi, membuat karya kita tampak canggih dan memukau itu adalah nilai tambah dan itu sangat baik bagi karya kita, namun itu bukanlah prioritas utama, fokuslah terlebih dahulu pada membangun manfaat dengan apa yang dibutuhkan oleh pengguna.
Sebagai penutup, mungkin satu quote dari Linus Torvalds bisa menjadi nasihat yang baik buat kita untuk melengkapi apa yang kita pelajari dari Flappy Bird. Linus Torvalds pernah berkata "Any program is only as good as it is useful", program yang baik itu yang digunakan dan tepat guna.
Bagi penggemar game ber-genre real time strategy (RTS), game Age of Empires tentunya sudah tidak asing lagi. Game RTS tersebut merupakan salah satu game populer di era tahun 1997 – 2007 lalu. Salah satu game dari seri tersebut, yaitu Age of Empires II, bahkan bisa disebut sebagai salah satu game yang membawa perubahan besar di dunia RTS, termasuk beberapa hal baru yang disebut mempengaruhi dunia RTS hingga saat ini.
Walau mengusung tema yang tergolong "biasa" pada jamannya yani medieval dibandingkan kompetitornya seperti: Start Craft dan Command & Conquer, Age of Empires 2 akan tetap menjadi game RTS yang selalu dikenang oleh penggemarnya, apalagi pada jaman dimana game RTS makin sedikit seperti sekarang ini. Maka dari itu rasanya akan menarik apabila kita mengulas kembali game legendaris ini.
Plot / Story
Age of Empires 2 mengusung tema utama pada jaman middle-age hingga renaissance atau jaman jaman medieval dimana orang orang berperang tidak menggunakan persenjataan modern, melainkan menggunakan pedang dan panah. Terdapat mode campaign dimana kita memainkan sejarah dari tokoh penting pada zaman medieval, seperti Saladin, Genghis Khan, Atilla the Hun, dan William Wallace. Di beberapa misi bahkan kita dapat mengontrol langsung karakter tersebut, dan berbeda dengan RTS pada zaman sekarang, tokoh penting atau bisa disebut hero tersebut tidak boleh mati terbunuh, berbeda dengan DotA atau League of Legend dimana hero akan hidup kembali meskipun mati berkali kali. Ya, dalam Age of Empires, game akan berakhir juga jika hero kita mati. Kemampuan mengontrol hero menjadi sesuatu yang menarik untuk game dengan genre RTS pada era nya.
Selain mode campaign, terdapat juga beberapa mode lain yang bisa dimainkan dalam game ini, seperti Random Map dengan beberapa victory condition, mengejar raja pihak lawan di Regicide, serta beberapa mode lain seperti Deathmatch, King of The Hill, dan sebagainya. Mode-mode tersebut tentunya bisa menghabiskan banyak waktu kita, termasuk untuk mengumpulkan sumber daya, membangun pasukan, dan meratakan kerajaan lawan. Bisa dibilang, Age of Empires II akan menghabiskan banyak waktu kita ketika memainkannya.
Gameplay
Biasanya permainan diawali dengan diberikannya beberapa villager yang dapat kita kendalikan. Villager ini adalah unit paling berguna sepanjang permainan dimana unit ini dapat membangun bangunan, mengumpulkan sumber daya, hingga berperang. Ya, villager dapat digunakan sebagai pertahanan terakhir apabila kotamu diserang. Selain villager, kita juga memiliki sejumlah sumber daya yang dapat digunakan untuk membangun bangunan. Setelah membangun beberapa bangunan barulah kita dapat memproduksi pasukan yang bermacam macam, mulai dari pasukan pedang, pasukan panah, pasukan berkuda, pelontar batu, hingga misionaris.
Disinilah kemampuan strategi kita diuji, bagaimana kita bisa memaksimalkan jumlah maksimal pasukan yang dapat dimiliki dengan komposisi sedemikian rupa dari berbagai jenis unit yang dimiliki dan masing masing keunikannya sehingga dapat mengalahkan pasukan musuh dengan taktik bertarung jitu hingga menghancurkan town hallnya.
Dikarenakan game ini bergenre RTS atau Real Time Strategi, segala pilihan yang kita buat berjalan secara real time, jadi jika kita hanya diam saja maka kita dapat tertinggal dengan musuh yang sudah berkembang maju. Ada berbagai macam strategi yang dapat dilakukan dalam game ini dan itu semua tergantung pada individu yang memainkan game ini, bagaiman strategi yang dilakukan untuk mengalahkan musuh. Kekurangan dari gameplay sendiri fatalnya ada pada sumber daya, karena apabila kita bermain cukup lama dan permainan belum selesai sementara kita membutuhkan sumber daya untuk membuat pasukan, sumber daya yang kita ambil akan habis dan tidak akan ada lagi sumber daya yang baru, ya, semua sumber daya akan habis kecuali makanan yang bisa didapatkan dari pertanian.
Grafis
Age of Empires 2 menggunakan grafis pixel art dengan resolusi cukup tinggi dan menggunakan style isometrik. Untuk game PC pada era itu, grafis yang diusung termasuk grafis yang cukup menarik mengingat game 3D belum banyak beredar, dan grafis game lain juga sedang melakukan perkembangan. Grafis yang ditampilkan dalam permainan sudah bagus karena pemain dapat melihat berbagai macam daerah, apalagi adanya fitur minimap yang dapat kita interaksi sehingga membawa kamera langsung pada titik yang kita klik.
Hal yang kurang bagus menurut saya dalam game ini dari segi grafik adalah tampilan user interfacenya yang masih terlalu kaku. Karena ada banyaknya informasi yang perlu kita ketahui dan minimnya space dalam game untuk memberikan informasi pada kita, ada beberapa informasi yang baru bisa kita ketahui apabila kita letakkan mouse tepat pada kolom informasi yang ingin kita ketahui, mencari tombol pintas suatu aksi misalnya.
Suara
Suara pengiring dalam game tidak terlalu mencolok bahkan saya tidak ingat apakah Age Of Empires 2 menggunakan background music ketika kita memainkan gamenya, kalaupun ada, karena tidak terlalu terdengar sehingga tidak begitu mempengaruhi kondisi psikis pemain ketika memainkan gamenya.
Walau begitu, suara efek (SFX) dalam game sangat kental dan cukup unik. Setiap aksi yang kita lakukan selalu ada suaranya, entah itu gendang yang bergetar, suara pedang yang tabrakan ketika berperang, bahkan suara respon villager yang selalu berubah ubah sesuai dengan negaranya ketika kita memberikan mereka sebuah perintah. Suara yang ada cukup unik dan lucu sehingga dapat membuat saya teringat, dan ketika ada orang yang mendengarkan suaranya meskipun tidak sedang bermain, saya kira dia akan tahu bahwa itu adalah dari game Age of Empire (dengan asumsi dia sudah pernah bermain tentunya)
Hal yang tidak masuk akal
Dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, yang paling menarik dan lucu dari Age Of Empires 2 adalah logika umum dalam permainan dalam arti bukan mekanik melainkan korelasi aksi reaksi yang ada dalam game. Tentunya kamu akan paham jika sudah memainkan Age of Empires 2. Apa sajakah itu?
Dan beberapa keanehan lagi akan dijelaskan melalui video dibawah ini:
Selain untuk berkomunikasi, smartphone atau tablet digunakan juga oleh masyarakat untuk bermain game apalagi di era merebaknya mobile game ini. Di Google Play Store, tersedia banyak sekali pilihan aplikasi dan game yang bisa di download secara gratis. Tapi tahu tidak kalau smartphone android kamu juga bisa digunakan untuk membuat game sendiri di android? Uniknya lagi, kamu nggak perlu membuat desain yang rumit atau coding segala. Kamu cukup menggambar di kertas biasa dengan spidol berwarna, terus difoto deh. Penasaran gamenya bakal jadi kayak gimana?
Aku akan berikan tutorial pembuatannya tetapi pertama tama download dulu aplikasinya di Google Play Store bernama Draw Your Game, atau klik saja tombol dibawah ini
Kalau sudah mungkin ada baiknya kita lihat dulu sekilas trailer mengenai aplikasi satu ini, tentang bagaimana cara pembuatannya, hasilnya bagaimana dan segala hal yang berhubungan dengan Draw Your Game
Nah, sudah dapat gambaran tentang aplikasi ini dan apa saja yang dapat dilakukannya? Baiklah, sekarang mari kita coba membuat game kita sendiri pada aplikasi Draw Your Game:
Buat dulu dunia game kamu dengan menggambar pada kertas HVS, dengan ketentuan sebagai berikut: Warna HITAMuntuk lantai dan tembok,Warna HIJAUuntuk trampolin yang bisa bikin kamu memantul-mantul,Warna BIRUuntuk benda yang bergerak atau jatuh ketika tersentuh, sertaWarna MERAHuntuk benda berbahaya yang bikin kamu mati kalau tersentuh. Contohnya seperti yang sudah digambar dibawah ini.
Kemudian, buka aplikasi Draw Your Game yang sudah kamu install tadi.
Setelah terbuka aplikasinya, klik "CREATE".
Ikuti instruksinya. Klik aja tombol Next-nya.
Klik "OK".
Kemudian, klik "PICTURE" untuk mengambil gambarnya langsung dari HP Android kamu. Atau klik "GALLERY" untuk membuka Galeri HP Android kamu.
Foto gambar yang tadi sudah kamu buat.
Setelah itu, letakkan karakter robot Android di titik start-nya. Lalu, tekan tombol Play yang ada di tengah.
Tinggal dimainkan!
Itulah Cara Bikin Game Sendiri di HP Android Kamu. Gameplay yang ditawarkan dalam aplikasi ini memang sangat sederhana. Justru kreativitas kamu dalam membuat map yang dibutuhkan untuk membuat game ini menjadi menarik. Penempatan benda berwarna, bentuknya, jalurnya, kamu bisa rancang sendiri sesuka kamu sehingga menjadi game yang menarik.
Bagaimana? Tertarik dengan aplikasi keren pembuat game di atas? Kalau kurang jelas, atau kamu punya info lain, silahkan tulis pendapat kamu pada kolomkomentardi bawah ini. Atau kamu bisa juga bagi-bagi pengalaman kamu membuat game dengan aplikasiDraw Your Gamedengan Jaka dan pembaca lain lewat kolom komentardi bawah
Kali ini saya akan mereview game penuh adrenalin yang mengalami puncak kejayaannya pada tahun 2005 silam. Franchise ini memiliki banyak judul yang telah dirilis tetapi saya ingin me review salah satu judul favorit saya, yakni "Need For Speed: Most Wanted" yang juga diremake dan diporting ke mobile pada tahun 2012 dengan judul yang sama.
Mendengar kata Most Wanted, kira kira apa yang ada di pikiran kita? kejar kejaran seru dengan polisi? kustomisasi mobil yang banyak? mengganti cat mobil dengan motif yang keren? ya, semua itu ada dalam game ini tetapi tidak hanya itu saja yang menarik.
Cerita
Kamu memulai permainan menggunakan sebuah mobil keren yakni BMW M3 GTR melawan rival utama bernama Razor yang mengendarai Ford Mustang GT. Intro dari permainan ini sudah disetting sebagai tutorial dan menjadi momen yang paling diingat oleh pemain. Ya, di NFS Most Wanted terdapat blacklist (atau bisa disebut rival / boss) yang perlu dilawan dan dikatakan menang jika memenangkan 2 pertandingan balap berturut turut. Pada intro, kita langsung melawan Razor, blacklist nomor 1, dengan mudahnya balapan pertama kita menangkan, akan tetapi pada balapan kedua, ketika mobil kita hampir mengenai garis finish tiba tiba mobil yang kita kendarai tersabotase mesin dan rodanya sehingga otomatis Razor menang dan mengambil alih mobil yang kita miliki.
Mobil andalan pun hilang, kita harus memulai semuanya dari awal. Kamu akan diberikan sejumlah uang dan pilihan untuk memulai karir baru sebagai pembalap jalanan. Dengan tujuan akhirnya untuk mengalahkan semua blacklist yang ada hingga merebut kembali BMW M3 GTR yang dipakai oleh Razor Callahan di akhir game ini.
Gameplay
Pada jamannya (2005) game ini memiliki gameplay untuk game bergenre balapan (racing) terbaik karena memberikan banyak kebebasan pada pemainnya untuk melakukan banyak hal dalam game ini. Selain balapan utamanya, pemain dapat melakukan free roam atau berkeliling kota secara bebas sambil mengoleksi sesuatu, mengingat jalan, bahkan mencari rival untuk menambah uang. Tetapi dalam free roam pemain juga harus berhati hati karena jika bertemu polisi, maka kejar kejaran seru akan dimulai, pemain dikatakan lolos dari kejaran polisi apabila mobil polisi yang mengejar hancur semua atau pemain berhasil meninggalkan polisi sejauh mungkin.
Setelah menyelesaikan beberapa persyaratan, seperti memenangkan beberapa balapan, dan memiliki sejumlah bounty dari kejaran polisi, pemain dapat menantang blacklist secara berurutan dari #15 hingga #1. Mengalahkan seorang blacklist dapat membuka tantangan baru, balapan baru, mobil baru, dan kustomisasi mobil yang baru pula. Hal itu tentunya sejalan dengan semakin sulitnya permainan yang akan dihadapi.
Untuk balapannya sendiri sudah cukup seru dengan AI yang bisa berbelok dengan baik ketika ada belokan bahkan melakukan drift. AI juga tahu kapan harus menghindar ketika di depannya ada halangan seperti tembok, pohon, bangunan, atau mobil sipil. Hal tersebut terbukti dengan susahnya mengalahkan blacklist terutama Razor, khususnya apabila mobil pemain belum di upgrade menjadi maksimal. Dan ketika pemain mulai tertinggal oleh musuh, saatnya mengaktifkan NOS (Nitrous Oxide System) yang mendorong mobil menjadi 1.5x hingga 2x lebih cepat dari kecepatan maksimum mobil yang sedang dikendarai.
Grafis
Need For Speed: Most Wanted menggunakan teknologi 3D yang cukup baik sehingga hasil render pada saat memainkan game terlihat apik dan cukup realistis pada masa itu dibandingkan game game sejenisnya sebelumnya. Penggunaan shading yang ada juga konsisten sehingga setiap melihat game ini, suasana yang tergambar selalu panas, seru, menegangkan, dikarenakan setting pada game menggunakan waktu sore hari sehingga game ini memiliki ciri khas tersendiri. Meski begitu tidak dapat dipungkiri untuk beberapa tempat dalam game terutama daerah alam, texture yang digunakan masih belum halus dan kadang terlihat pecah sehingga belum begitu nyata Untuk cutscene cerita, film yang ada cukup realistis, bagaimana tidak, mereka menggunakan model orang sesungguhnya dan menggunakan bantuan green screen untuk editing video sehingga pergerakan karakter bisa halus dan tak terlihat kalau itu model 3D sama sekali.
Suara
Need For Speed mengusung tema balapan jalanan, identik dengan semaunya sendiri, tidak taat aturan, dan sebagainya. Maka musik yang disajikan dalam game ini banyak mengandung beat, rap, metal, rock, dan jenis jenis musik keras lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk menaikkan tensi pemain sehingga pemain akan merasa terpacu untuk memenangkan balapan atau lari dari kejaran polisi. Saya sendiri bukan penyuka musik keras, tetapi ketika memainkan game ini, saya menjadi terpacu untuk membalap mobil didepan, menghalangi mobil yang dibelakang, lari dari kejaran polisi dan banyak lagi dan menurut saya BGM ini cukup cocok dengan tema yang diusung.
Untuk Sound Effect sendiri sudah cukup baik karena selalu terdengar suara yang sesuai dari hasil aksi yang saya lakukan (menabrak mobil, mengaktifkan NOS, mengganti suku cadang, dan lain sebagainya).
Untuk kalian yang ingin bernostalgia dan atau ingin memainkan game ini bisa membeli game ini pada:
Banyak profesi yang menjanjikan untuk masa depan. Dan, jadi game developer salah satunya. Gimana nggak menjanjikan? Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) ada 130 juta pengguna intenet di Indonesia, dan 43 persennya berusia 10-34 tahun. Lalu, 70 persen dari pemakai internet itu, mengakses internet dimana saja dengan kata lain mengakses lewat ponsel. Hanya 1,7 persen pemakai internet yang mengakses dari komputer saja.
“Dari semua data ini maka bisa disimpulkan bahwa Indonesia adalah pasar mobile internet yang sangat besar,” kata Adrianus Yoza Aprilio dari Dicoding Indonesia, saat seminar di acara LINE CREATIVATE 2016.
Selain itu, menurut Yoza, dari hasil penelitian, Indonesia juga punya kapasitas US$ 600 juta dolar US untuk mobile game. Jadi, sayang banget kalau kesempatan ini diambil oleh game developer dari luar.
“Apalagi beberapa game developer lokal sudah ada yang berhasil. Misalnya game Tebak Gambar dan Tahu Bulat yang sukses diunduh dan dimainkan jutaan orang. Ini membuktikan bahwa game developer Indonesia bisa membuat game yang sukses. Jadi nggak ada alasan untuk nggak mencoba membuat game,” lanjut Yoza lagi.
Untungnya, makin hari makin banyak pihak yang melihat peluang tersebut. Makanya, sekarang banyak pihak yang memberikan support besar untuk para game developer. Termasuk LINE yang tahun ini untuk pertama kalinya menyelenggarakan kompetisi game development yang telah menghasilkan tiga pemenang. Para pemenang ini nantinya akan diarahkan sebagai official LINE Games.
Yoza bilang, kalau sebuah game bisa masuk ke LINE Games maka kesempatan berhasilnya akan lebih besar. Kenapa?
“Karena LINE punya 90 juta pengguna! Bayangkan, betapa amazing-nya kalau game kita mendapat spotlight dari LINE.”
Tidak hanya itu, pihak pemerintah (dalam hal ini Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf), juga sangat konsen untuk terus mendorong para game developer untuk terus menciptakan game yang sukses.Salah satunya lewat gelaran Bekraf Developer Day yang mengunjungi delapan kota dengan total pengunjung lebih dari 5.000 lebih orang. So, masih ragu untuk jadi game developer?
Kurang lengkap rasanya jika sudah menonton film despicable me tapi belum memainkan game yang satu ini. Ya, Despicable Me : Minion Rush adalah game dari franchise Despicable Me yang menonjolkan karakter karakter yang bertingkah konyol bernama minion. Game ini bergenre endless run seperti temple run atau subway surfer dimana karakter berlari mengikuti jalur hingga tertahan oleh rintangan, meskipun bergenre endless run, game ini tetap asik untuk dimainkan kapan saja karena adanya berbagai elemen minion yang khas dan lucu.
Game ini bercerita tentang hamba setia dari Gru yang bernama Dave yang bersaing dengan para minion lainnya untuk meraih gelar "Minion of the Year" yang sangat didambakannya. Di update yang sekarang kita juga bisa memainkan Carl dan Jerry. Ada juga berbagai kostum yang dapat digunakan oleh minion dengan membelinya menggunakan pisang yang didapat dalam game. Ada kostum astronot, boxer, cupid, balerina, pemadam kebakaran dan lain-lain. Dengan menggunakan kostum-kostum tersebut karakter kita akan mempunyai kemampuan spesial. Contohnya dengan memakai kostum Dad Minion, karakter kita akan bisa hidup kembali pada kesempatan pertama secara gratis. Sedangkan kostum Cupid Minion akan menaikkan koleksi pisang yang kita dapatkan setiap satu kali balapan hingga 100%.
Ada beberapa lokasi yang tersedia di dalam game ini. Dimulai dari Gru’s Lab, Residential Area, El Macho’s Lair, The Mall, Minion Beach dan masih banyak lainnya. Masing-masing lokasi memiliki rintangan dan tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Ini yang membuat setiap lokasi menjadi lebih istimewa dan menarik. Selain berlari menghindari rintangan, akan ada juga boss yang akan siap menghentikan langkahmu. Jika mengambil jalur yang berbeda, kita akan dapat mengakses ruangan rahasia yang berisi banyak pisang di dalamnya.
Selain berlari terus tiada henti, karakter Minion kita juga akan menghadapi boss-boss seperti Vector, Meena dan El Macho yang akan berusaha untuk mengagalkan usaha dan kerja keras kita. Untuk menghadapinya bisa menggunakan cara biasa, mengandalkan kostum atau Power Ups antara Golden Banana, Golden Shield, Freeze Ray, Banana Vacuum bahkan Snowboards, Skateboards dan sepeda BMX. Namun sayang, untuk ketiga Power Ups yang terakhir hanya tersedia untuk waktu yang terbatas saja.
Meskipun genre endless runner adalah genre game yang cukup banyak judulnya di playstore, akan tetapi Gameloft berhasil membuat game yang satu ini tetap eksis dan serasa berbeda dari yang lainnya. Salah satu caranya adalah membuat berbagai macam fitur endless run yang tidak hanya swipe ke kanan kiri saja, tetapi ada banyak jenis mekanik endless yang juga disajikan ditengah tengah sehingga game tidak monoton. Selain itu Gameloft juga rajin update game sesuai dengan event yang ada di dunia nyata, misalkan halloween, musim semi, musim panas, natal, dan lainnya.
Selain gameplay, penyajian visual dan musik sangat khas dan lucu sehingga jika ada orang yang mendengar suara dari game ini mereka sudah tahu bahwa yang dimainkan adalah despicable me: minion rush. tingkah laku minion yang divisualkan dalam game ini juga lucu dan menarik sehingga sebagai pemain kita merasa adiktif karena ingin terus melihat kelucuan para minion
Kesimpulan
Meskipun banyak jenis game endless run, Despicable Me: Minion Rush mampu mendapatkan banyak pemain dibandingkan game sejenis lainnya dikarenakan Gameloft mampu menghadirkan game ini secara apik, baik dari segi visual dan suara yang khas, serta gameplay yang tidak monoton dengan menambahkan jenis gameplay endless run lain di tengah tengah permainan.